Sabtu, 22 Oktober 2011

Cinta Vanilla

Sore itu Vanilla hanya tampak temenung di tengah taman. Wajahnya tampak bosan karena menunggu seseorang. Tiba-tiba dari kejauhan tampak seorang gadis kecil yang tengah berlari-lari kecil menghampirinya," Maaf ya kak Nila... Tasya telattt.." ujar gadis kecil itu. Vanilla hanya tersenyum kecil, tapi dapat dilihat kalau gadis kecil itu tidak dapat melihat senyum Vanilla. " Yah, gak pa-pa koq, nih Tasya kakak beliin buku bergambar baru buat kamu.." Gadis kecil itu tampak senang mendengarnya, ia berusaha meraih di mana buku tersebut. Vanilla pun membantunya, dipegangnya tangan gadis kecil itu dan diberikannya buku biru bersampul tersebut. Sambil nyengir diambilnya buku itu dari Vanilla. " Oh,ya kak Tasya sudah dapat donor mata lho.." seketika wajah Vanilla berubah pucat. " Kenapa kak ? Kakak sakit ya ??" benar kata Vanilla ia tidak akan pernah dapat membohongi gadis kecil itu. " Ooh, kakak gak pa-pa koq sya, udah sore nih kita pulang yuk ?". Akhirnya mereka berdua beranjak dari taman itu.

" Ayahh, Tasya dapat buku baru lho dari kak Nila" ujar gadis itu sambil memamerkan senyumannya. " Dari malaikatmu itu kan ? Nila ?" kata Ranga sambil meneruskan baca koran. " Hmm... Nila... Vanilla.." guman Rangga pelan. " Ada apa yah ? " tanya Tasya. " Ah, tidak ada pa-pa koq sya" ujar Rangga. " Oooooh...." Tasya ber-oh panjang. " Tidak mungkin, Nila tidak mungkin Vanilla, gadis itu sudah menghilang entah kemana itu tidak mungkin.. bodoh aku bodoh" bisik Rangga sambil menggeleng-geleng kepala ling-lung. " Ayah Tasya takut operasi mata..., nanti kalo gagal gimana?" tampak wajah gadis itu yang rada pucat. " Tidak mungkin terjadi Tasya.. itu tidak mungkin terjadi, kan ada ayah yang selalu menemani." Rangga tersenyum. " Tapi kak Nila tidak bisa ikut, Tasya takut..." . " Kak Nila selalu ada koq, dihati Tasya." kata Rangga menenangkan. Mereka berdua berpelukan erat, Rangga sangat menyayangi anak semata wayangnya itu.

@ Rukia : lanjut nya nanti ajalha malessss akunyaaa...... wkwkwkwk peaceeee

Selasa, 18 Oktober 2011

Pengalaman Ret2

Hoammm.. hari itu adalah hari paling pagi yang pernah ada. Aku bangun sekitar jam 3... wahhh kepagian !!!
Males dehh.. aku berangkat ke sekolah sambil letai letoi rat2 lagi. Karena masih kepagian aku mampir dulu ke rumah teman. Eh, karena nungguin dia malah kesiangan wkwkwk. Pertama kita berkumpul dulu di chapel, renungan= berdoa. STOP basa basi nehhh...
 Di sana kite2 nginep 3 hari 2 malem... lalu mendengarkan khotbah bla..bla..bla.. it says..

Walaupun kelompok kite gak menang nihh... so what gitu lhoo yg penting fun !
Sekamar sma bibiiiiii.. cute dehh.... tpi mles nihh !
Msa stiap pagi hari kedua=ketigaaaa... aku ter5us yg bangunin tu berdua ..
Alien2 yang susah bangunnnnn !!! kwwkwkwk yg penting ret2 kali ini lmayan fun lhaaa.
walaupun wktu plang makanan dah gak ada yg tersisaaaaa wewwww... si calvin mintain teruss (-__-")

Sapai di rumah dengan selamatttt ^^ ciaoooo... tinggal kan koment klo menarik yeee

Sabtu, 08 Oktober 2011

Siapa aku ?

"... Di mana ini ? Aduh silau.
Emm... halo perkenalkan nama saya Dita Adytya Putri. Aku bersekolah di SMP Cinta Bangsa. Sekarang aku kelas 2 nih. Nah, kalo cowok yang tadi itu namanya Adit Purnama Tatsumi. Dia adalah teman masa kecilku sekaligus tetanggaku.

Setelah kecelakaan itu aku tidak dapat mengingat siapapun lagi. Waktu itu seseorang memaksakan diri mengenalku. Bahkan orangtuaku sendiri pun aku tidak ingat.. Kembali ke waktu itu...

".. Dita ! Dita kamu sudah sadar..! itulah kalimat pertama yang kudengar saat aku sadar. " Siapa kamu..? " ujarku. Tampak wajahnya yang melongo parah dan orangtuaku yang sudah mulai menangis, tapi aku sama sekali tidak mengenali mereka. Tapi aku merasa mereka seperti bagian hidupku, " Tenang saja, kataku. Aku akan coba mengingat kalian koq". Dapat kulihat wajah ibuku yang mulai tenang, dan laki- laki itu.. ' Dita , katanya. Dita? itukah namaku ? Aku hanya mengangguk pelan. " Syukurlah.." katanya lagi.

2 hari kemudian aku dibawa pulang oleh orang tuaku. Dokter bilang aku hanya mengalami gegar otak ringan yang hanya berlangsung selama beberapa minggu. " Cowok aneh", pikirku. Dia selalu saja sok menjagaku emang dia siapa sih ?

Pagi itu matahari memancarkan sinarnya yang hangat. Aku berjalan menyusuri taman. Entah kenapa tatapanku seketika kosong. Kulihat orang yang bernama adit sedang berpelukan dengan seorang gadis. Kudekati dia dan kutampar keras2 aku tidak mngerti kenapa. " Kenapa....!! " ujarku. Dia hanya melongo parah melihatku.
Dapat kulihat gadis itu menatapku benci..

Kamis, 06 Oktober 2011

Dasar Playboy !

".....Hari ini kenapa sih ?! Semua marah-marah mulu !! Dari mama yang marah-marah karena nilai kakak jelek, tapi itu bukan salahku. Lagipula kalau dia mau belajar, kenapa sih gak belajar sendiri! Mandarin... pelajaran yang paling membosankan katanya.." Pikirku kalau bosan berarti bisa kan ? Tapi coba lihat hasilnya.. 45!!! Dasar Bodoh ! Pikirku..sambil mengumpat. Papa kerja ya? tanyaku lagi. Ia papa harus kerja,sahutnya.Aku berpikir lagi.. kenapa sih kerja aja harus keluar kota. Ya udah deh.. aku masuk ke kamar aja, ujarku kepada papa. Di kamar aku hanya terus menunggu... " koq dia gak telpon sih ? Janjinya sih mau telpon. Hari ini kan Sabtu, katanya mau ajak aku dating. Sambil melamun aku membaca buku favoritku. Hsp karya orizuka, bagus sih" gumanku.
      Tiba-tiba ada telpon. " itu pasti dia",pikirku. Halo? tanyaku, ...ya halo Dit, sori aku gak bisa ajak kamu keluar soalnya ada urusan nih, " Oh urusan lagi ya ? kataku dengan nada geram. " Eh, tapi Dit..." Prakk! kututup telponku dengan sebal. Urusan mulu ....!! kapan sih lo gak pernah gak ada urusan ! Kubuka pintu kamarku, tidak ada orang diluar ya.. " hari ini terasa bosan ". Aku berjalan keluar rumah lalu menuju taman komplek yang terletak di tengah-tengah komplek ku. Tanpa pikir panjang aku langsung duduk termenung di situ. Kulihat sosok dua orang yang tengah berjalan menghampiriku. " Permisi..." katanya, aku hanya berdiri dan kulihat wajahnya.. Adit..?! Adit hanya melongo melihatku. Dan seorang cewek disampingnya " Siapa Dit ? katanya. Aku hanya menatapnya sebal, lalu berlari dari taman itu. Sambil mengigit bibir aku sudah berusaha menahan tangis tapi tetap saja tidak bisa. " Tunggu dita.." katanya. Aku hanya berlari tidak peduli siapa dia..:" Dasar Playboy ! " ujarku. Tapi saat aku berlari kulihat sebuah truk melaju kencang menujuku.. dan............" Dita !!!! Adit berteriak" ... " Bodoh " kataku..