Sore itu Vanilla hanya tampak temenung di tengah taman. Wajahnya tampak bosan karena menunggu seseorang. Tiba-tiba dari kejauhan tampak seorang gadis kecil yang tengah berlari-lari kecil menghampirinya," Maaf ya kak Nila... Tasya telattt.." ujar gadis kecil itu. Vanilla hanya tersenyum kecil, tapi dapat dilihat kalau gadis kecil itu tidak dapat melihat senyum Vanilla. " Yah, gak pa-pa koq, nih Tasya kakak beliin buku bergambar baru buat kamu.." Gadis kecil itu tampak senang mendengarnya, ia berusaha meraih di mana buku tersebut. Vanilla pun membantunya, dipegangnya tangan gadis kecil itu dan diberikannya buku biru bersampul tersebut. Sambil nyengir diambilnya buku itu dari Vanilla. " Oh,ya kak Tasya sudah dapat donor mata lho.." seketika wajah Vanilla berubah pucat. " Kenapa kak ? Kakak sakit ya ??" benar kata Vanilla ia tidak akan pernah dapat membohongi gadis kecil itu. " Ooh, kakak gak pa-pa koq sya, udah sore nih kita pulang yuk ?". Akhirnya mereka berdua beranjak dari taman itu.
" Ayahh, Tasya dapat buku baru lho dari kak Nila" ujar gadis itu sambil memamerkan senyumannya. " Dari malaikatmu itu kan ? Nila ?" kata Ranga sambil meneruskan baca koran. " Hmm... Nila... Vanilla.." guman Rangga pelan. " Ada apa yah ? " tanya Tasya. " Ah, tidak ada pa-pa koq sya" ujar Rangga. " Oooooh...." Tasya ber-oh panjang. " Tidak mungkin, Nila tidak mungkin Vanilla, gadis itu sudah menghilang entah kemana itu tidak mungkin.. bodoh aku bodoh" bisik Rangga sambil menggeleng-geleng kepala ling-lung. " Ayah Tasya takut operasi mata..., nanti kalo gagal gimana?" tampak wajah gadis itu yang rada pucat. " Tidak mungkin terjadi Tasya.. itu tidak mungkin terjadi, kan ada ayah yang selalu menemani." Rangga tersenyum. " Tapi kak Nila tidak bisa ikut, Tasya takut..." . " Kak Nila selalu ada koq, dihati Tasya." kata Rangga menenangkan. Mereka berdua berpelukan erat, Rangga sangat menyayangi anak semata wayangnya itu.
@ Rukia : lanjut nya nanti ajalha malessss akunyaaa...... wkwkwkwk peaceeee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar